Antara Doa dan Jejak Kaki Perjalanan Ramadan di Bukit Barisan 

OPINI

: Oleh : Ansyori Ali Akbar

 

Di ufuk timur, mentari membelah gelap, menyapa bumi dengan semburat jingga yang lembut. Di sanalah, petualangan jurnalistikku bermula, sebuah perjalanan panjang yang mengantar ke jantung Bukit Barisan, menyusuri lereng Tajakan Sedayu yang menjulang gagah bak raksasa purba. Jalan setapak berkelok, menuntun langkah kaki yang lelah namun bersemangat, melewati rimbunnya hutan yang menyimpan sejuta bisikan alam. Setiap dedaunan berbisik, setiap hembusan angin bercerita, mengiringi langkahku menuju keajaiban yang tersembunyi.

Bulan Ramadan, bulan suci penuh berkah, menyelimuti perjalanan ini dengan nuansa spiritual yang mendalam. Puasa, sholat, dan tadarus menjadi teman setia, menguatkan langkah di tengah lelahnya perjalanan. Di antara rimbun pepohonan, kutemukan kedamaian yang tak terkira, sebuah oase ketenangan di tengah hiruk pikuk kehidupan. Doa-doa terpanjat, memohon ridho Ilahi, berharap perjalanan ini dipenuhi keberkahan.

Tajakan Sedayu, dengan lerengnya yang terjal dan menantang, menjadi saksi bisu perjalanan panjang ini. Setiap langkah kaki mengukir cerita, setiap tetes keringat menjadi tinta perjalanan. Aroma tanah basah dan dedaunan hijau memenuhi indra, membangkitkan rasa syukur atas keindahan ciptaan Tuhan. Burung-burung berkicau merdu, seolah mengiringi langkahku dengan melodi alam yang menenangkan.

Akhirnya, sampailah aku di pesisir barat, di mana samudra membentang luas, menyapa mata dengan pesona biru yang tak bertepi. Pantai-pantai tersembunyi, dengan pasir putihnya yang lembut, menyambut kedatangan dengan hangatnya cahaya mentari. Deburan ombak yang menenangkan, menjadi penghapus lelah perjalanan. Matahari terbit dan terbenam, lukisan alam yang sempurna, mengukir kenangan abadi dalam sanubari.

Perjalanan ini lebih dari sekadar liputan jurnalistik. Ini adalah perjalanan spiritual, sebuah perenungan diri di tengah keindahan alam yang luar biasa. Ini adalah perpaduan antara tugas dan ibadah, sebuah pengalaman yang tak terlupakan, yang akan selalu terukir dalam lembaran-lembaran kehidupan. Di setiap langkah, kutemukan hikmah, di setiap pemandangan, kutemukan keindahan, dan di setiap doa, kutemukan ketenangan. Sebuah perjalanan yang tak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga memperkaya jiwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *