Tragedi di Alun-Alun Pemalang: Pohon Tumbang Renggut Tiga Nyawa Saat Salat Idul Fithri 

NASIONAL

Pemalang, Seruntingnews – Suasana khidmat perayaan Idul Fitri di Kabupaten Pemalang berubah menjadi duka mendalam pada Senin pagi, 31 Maret 2025. Sekitar pukul 06.30 WIB, sebuah pohon besar yang menjulang tinggi di Alun-Alun Pemalang tiba-tiba tumbang, menimpa puluhan jamaah yang tengah bersiap melaksanakan salat Idul Fitri. Kejadian tragis ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan 17 lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan.

Para korban, yang sebagian besar merupakan warga sekitar, tengah khusyuk menata sajadah dan bersiap menyambut salat Id ketika bencana tersebut terjadi. Menurut keterangan saksi mata, beberapa saat sebelum pohon tumbang, terdengar suara retakan kayu yang cukup keras, disusul percikan api dari kabel listrik yang tersangkut di dahan pohon. Dalam sekejap, pohon besar itu roboh, menghantam jamaah yang tak sempat menyelamatkan diri. Seketika itu juga, suasana tenang berubah menjadi kepanikan. Para jamaah berlarian menyelamatkan diri di tengah reruntuhan ranting dan dedaunan.

Tim medis dan relawan segera berdatangan ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan pertama kepada para korban. Korban luka-luka dilarikan ke berbagai rumah sakit terdekat di Pemalang untuk mendapatkan perawatan intensif. Tiga orang dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) akibat luka berat yang dideritanya. Identitas para korban telah dikonfirmasi oleh pihak berwajib, dan keluarga korban telah menerima kabar duka tersebut.

Kapolres Pemalang, AKBP Eko Sunaryo, S.I.K., M.K.P., menyatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti tumbangnya pohon tersebut. Namun, dugaan sementara mengarah pada faktor usia pohon yang sudah tua dan rapuh, ditambah dengan kondisi cuaca yang mungkin turut mempengaruhi. “Kami masih melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi untuk memastikan penyebabnya,” ujar AKBP Eko Sunaryo kepada wartawan.

Sementara itu, Bupati Pemalang, Anom Widiasmoro, menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat Pemalang. Beliau juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pepohonan di area publik, khususnya di tempat-tempat yang sering dikunjungi masyarakat. “Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Kami akan melakukan peninjauan dan perawatan rutin terhadap pohon-pohon di ruang publik untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang,” tegas Bupati Anom.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), dan instansi terkait lainnya telah dikerahkan untuk membantu proses evakuasi, memberikan bantuan medis, dan melakukan peninjauan terhadap kondisi pepohonan di sekitar Alun-Alun Pemalang. Pohon-pohon yang dinilai rapuh dan berpotensi tumbang akan segera ditebang untuk memastikan keselamatan masyarakat.

Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Pemalang. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya perawatan dan pengawasan rutin terhadap kondisi lingkungan dan infrastruktur publik demi keselamatan dan keamanan bersama. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *